Wabup Jember Hadir Dadakan di Forum Kepala OPD, Dapati Ada Paparan di Depan Sekretaris Timses Pilkada 2024
INDOZONE.ID - Wakil Bupati Jember Djoko Susanto datang dadakan di acara bertajuk Forum Lintas Perangkat Daerah yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapperda) Jember, Selasa (11/3/2025).
Dari acara yang digelar di Aula Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember, Kecamatan Patrang, Jember itu. Diketahui dihadiri oleh seluruh Kepala OPD Jember.
Wabup Djoko diketahui hadir di ruangan Aula Dispendik Jember sekitar pukul 11.00 WIB, dan hanya sejam memberikan wejangan kepada seluruh kepala OPD. Wabup Djoko meninggalkan ruangan tersebut.
Namun dalam acara tersebut juga tampak Dima Akhyar, Sekretaris Timses Pilkada 2024 Paslon Muhammad Fawait-Djoko Susanto. Dima duduk di barisan paling depan, acara tersebut dilanjutkan dengan sejumlah kepala OPD memberikan paparan di hadapan dirinya.
Baca Juga: Harmoni Eksekutif-Legislatif di Jember, Tapi ke Mana Wakil Bupati?
Saat dikonfirmasi usai meninggalkan lokasi acara, Wabup Djoko mengatakan dalam wejangannya menyampaikan selamat kepada semua OPD yang mengikuti forum tersebut secara luring maupun daring.
Namun juga diungkapkan olehnya, jika acara tersebut dirinya mengaku tidak mendapat kabar resmi. Tetapi dia kemudian memutuskan hadir, untuk melihat langsung dan memberikan saran-saran kepada OPD.
"Kegiatan hari ini tentunya baik dan perlu kita dukung. Tidak kalah pentingnya, perlu diberi arahan supaya jelas. Bagaimanapun juga, kegiatan yang dilakukan oleh dinas-dinas hari ini dalam rangka mengaktualisasikan visi misi hasil Pilkada 2024. Arahan dari saya dan Gus Fawait menjadi hal yang sangat penting dan mendasar, karena yang memiliki visi-misi adalah pemenang Pilkada 2024," kata Djoko saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.
"Sejauh ini, melihat kinerja birokrasi dari sisi meritokrasi maupun dari sisi kinerja fungsional, mungkin bisa ditanyakan kepada kepegawaian di sana. Atau mungkin Mas Dima lebih paham dari saya. Yang jelas, saya berharap pengelolaan birokrasi ke depan harus mengedepankan sistem meritokrasi yang kita upayakan, kita ikhtiarkan, dan kita jauhkan dari praktik-praktik yang tidak baik dalam rangka penataan kelembagaan," sambungnya menjelaskan.
Baca Juga: Tertipu Arisan dan Bisnis Sembako hingga Rp3 Miliar, Puluhan Warga Jember Tuntut Keadilan
Terkait praktik tidak baik yang dimaksud, kata Djoko, adalah soal nepotisme.
"Jangan sampai yang diangkat pangkatnya (dapat jabatan). Tetapi tidak memiliki kompetensi ditempatkan. Ini menjadi tidak produktif di lembaga ini," ucapnya.
"Saya sampai hari ini belum melihat itu. Alhamdulillah, saya juga belum dilibatkan dalam hal penataan kelembagaan. Saya belum pernah diajak berbicara oleh siapapun. Termasuk kemarin, ada pengisian pos-pos jabatan kosong Plt, belasan Plt," sambungnya.
Lebih lanjut Wabup Djoko malah mempertanyakan, soal pelibatan pihak-pihak lain dalam penataan birokrasi di lingkungan Pemkab Jember.
"Makanya, kemarin saya bikin nota dinas pada inspektorat untuk melakukan audit kepatuhan atas proses penerbitan SK (pengisian jabatan Plt.) itu. Kita tunggu hasilnya. Prinsipnya, apapun yang harus kita lakukan, kita harus melalui mekanisme kepegawaian," ujarnya.
Djoko juga mengungkapkan, adanya kegiatan pemaparan soal progres dan program 100 hari kerja kepemimpinan Bupati-Wakil Bupati Fawait-Djoko.
Kata Djoko, dirinya mengaku tidak mendapat informasi. Juga mengaku tidak tahu adanya acara tersebut.
"Katanya dihadiri 13 pejabat, ada Mas Dima, dan banyak wartawan. Alhamdulillah, saya tidak dilibatkan sehingga saya bisa sore hari bercengkrama dengan keluarga, dengan cucu saya. Saya menyingkapi begitu saja. Tapi kehadiran saya di sini (Aula Dispendik). Saya mencoba berbuat sesuatu yang bisa bermanfaat untuk masyarakat. Jika saya (lagi-lagi) tidak dilibatkan, ya Alhamdulillah," ujarnya.
Baca Juga: Harmoni Eksekutif-Legislatif di Jember, Tapi ke Mana Wakil Bupati?
"Namun demikian, saya berharap coba masing-masing OPD bisa membuat sebuah program unggulan. Minimal satu program unggulan. Misal masalah kemiskinan menjadi tugas Dinas Sosial, tapi bekerja sama dengan Dinas Kependudukan, Kalau pola-pola kolaborasi itu bisa dilakukan dengan baik, insyaallah menghasilkan program yang excellent," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Jember Arief Tjahjono saat dikonfirmasi lewat telepon karena tidak hadir di lokasi acara. Membenarkan adanya acara bertajuk Forum Lintas Perangkat Daerah itu.
Kata Arief, acara tersebut digelar selama dua hari. Yakni dari tanggal 10-11 Maret 2025.
"Jadi acara ini, kelanjutan dari Musrembang (Musyawarah Rencana Pembangunan Kecamatan) kemarin. Kemudian disinkronkan dengan OPD, diverifikasi. Dari hasil ini nanti dibawa ke Musrenbang Kabupaten Jember,” ujarnya.
Namun saat ditanya soal keberadaan Dima Akhyar, dalam acara tersebut sebagai apa. Arief menampik untuk memberikan penjelasan.
"Tanyakan sendiri ke Mas Dima. Kalau kata Gus Fawait kemarin malam, ojo mancing-mancinglah,” katanya singkat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan