Kamis, 10 OKTOBER 2024 • 19:15 WIB

Sejumlah Pendukung Mundur dari Barisan, Gus Fawait: Hal Itu Biasa dalam Demokrasi

Author

Paslon nomor urut 02 kontestasi Pilkada 2024 Gus Fawait-Djos tak hadir dalam Acara Deklarasi Kampanye Damai yang diinisiasi oleh KPU Jember.

INDOZONE,ID - Sejumlah pendukung dan bagian Tim Pemenangan dari Paslon 02 Muhammad Fawait dan Djoko Susanto (Gus Fawait-Djos) menyatakan mundur dari barisan. Terkait hal ini, menjadi perhatian dari Gus Fawait sebagai Cabup dalam kontestasi Pilkada 2024.

Namun dengan kondisi tersebut, saat dikonfirmasi disela acara Rapimnas PPP di City Forest, Kecamatan Sumbersari, Jember, Rabu (9/10/2024). Gus Fawait mengatakan, dengan adanya yang mundur dan digantikan oleh orang lain. Dinilai sebagai hal biasa dan lumrah dalam berdemokrasi.

"Menanggapi soal mundurnya sejumlah pendukung dari barisan Gus Fawait. Saya kira hal itu bukan berita miring, hal biasa dalam demokrasi. Juga tentunya sesuai dengan penugasan partai. Ada yang ditarik kembali, diganti dengan orang baru, ataupun fenomena lain sebagainya," kata Gus Fawait saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.

Menurut Gus Fawait, terlepas tanggapan maupun isu yang beredar menganggap mundurnya sejumlah pendukung dari barisan. Gus Fawait menegaskan jika sampai saat ini, tim dan pendukungnya masih tetap solid.

Baca Juga: Pilkada Aceh Semakin Memanas, Baliho dan Spanduk Cagub Bustami Hamzah Berlanjut dan Meluas Dirusak

"Tapi yang jelas pendukung kami solid, apalagi hari ini agenda kegiatan padat, sampai kesulitan mengatur waktu dan jadwal yang disusun oleh tim. Apalagi tujuannya untuk konsolidasi dan silaturahmi ini," ujarnya.

"Sehingga jika disebut tidak solid, hal itu tidak benar. Acara (kegiatan kampanye dan konsolidasi) kita sangat banyak, tumplek bleg hari ini saja," sambungnya.

Gus Fawait-Joko menerima rekom dari PKS.

Dengan adanya yang mundur dan kemudian digantikan oleh orang lain. Bahkan juga adanya perubahan susunan tim pemenangan. Merupakan bentuk umum dari sebuah demokrasi.

"Saya kira inilah bentuk demokrasi yang biasa. Bedanya itu kalau misalnya ada partai politik mencabut dukungan, nah itu lain lagi. Kalau cuma ganti, pembaharuan, penambahan personel (pendukung) itu biasa," ucapnya dengan setengah bercanda.

Baca Juga: Banyak Ojol Kesulitan Cari Tempat Berteduh, Heri Koswara Janji Bangun Selter dengan Fasilitas WiFi Gratis

Lebih lanjut kata Gus Fawait, namun demikian untuk menjaga kesolidan seluruh tim dan pendukungnya. Ia mengatakan, bahwa pihaknya selalu berusaha menjaga komunikasi dengan baik.

"Salah satu contohnya, PPP ini sebagai partai koalisi memiliki kekuatan tersendiri bagi kami, apalagi kemudian isinya adalah para Gus, Lora, dan Kiai, juga para Ning. Memiliki kesamaan dengan saya (berlatarbelakang) santri," jelasnya.

"Maka tekadnya sama, bagaimana (saya) calonnya mendapat kesempatan untuk memimpin Jember. Termasuk bagaimana nanti ke depan, Pesantren potensinya bisa ditingkatkan dan dimaksimalkan di Jember. (Salah satunya) Lewat PPP sebagai partai yang memiliki komitmen luar biasa, untuk memenangkan Pilkada 2024 ini," imbuhnya.

Sementara itu menurut Ketua DPC PPP Jember KH. Madini Farouq, dalam berkontestasi pemilu. Taat perintah partai, adalah sebuah konsekuensi yang harus dijalani.

Sesuai dengan mekanisme yang disepakati dalam bentuk regulasi dan aturan yang baik. Sehingga kesolidan anggota bisa tetap terjaga.

"Sebagai konsekuensi ketika kita resmi sebagai partai pengusung maupun pendukung Gus Fawait dan Pak Djoko, tentu kita lakukan. Seperti halnya hari ini, kita lakukan Rapimcab dan konsolidasi di tingkat Dapil dengan mengundang pengurus anak cabang dan ranting, serta jaringan para caleg yang kemarin dilibatkan. Terutama juga para caleg yang jadi, mereka kan juga punya jaringan," ulasnya.

"Ya kita hadirkan untuk mengusung, memenangkan, dan mensosialisasikan Gus Fawait ke masyarakat," sambungnya.

Kemudian, lanjutnya, untuk menjaga kesolidan dan kekompakan seluruh tim. Ditegaskan oleh pria yang akrab disapa Gus Mamak ini, ada sanksi yang menjadi pondasi untuk menjaga kebersamaan.

Baca Juga: Didukung Aliansi Guru TPQ se-Kota Bekasi, Tri Adhianto Komitmen Akan Bangun Rumah Tahfidz

"Maka dari itu kita sampaikan, bahwa konsekuensi kita berorganisasi. Tentu harus tunduk dan patuh pada perintah juga keputusan partai. sehingga jika ada yang tidak patuh dan tunduk, maka tentu ada sanksi organisasi yang diberlakukan. Apakah dalam bentuk di non aktifkan dan lain sebagainya," ucap Gus Mamak.

"Namun demikian, yang jelas kami PPP tetap berusaha menjaga kesolidan dan kekompakan dari seluruh komponen partai," imbuhnya.

Sebagai upaya menggerakkan mesin partai, kata Gus Mamak, untuk kemudian meraih kemenangan dalam kontestasi Pemilukada 2024. Pihaknya mengaku, juga menggerakkan organisasi sayap partai. Sebagai bentuk upaya perjuangan.

"Sehingga kalau kami, juga menggerakan seluruh Banom Partai. Kami hadirkan (ikut rapimcam dan konsolidasi). Mulai dari WPP (Wanita Persatuan Pembangunan), GMPI (Generasi Muda Pembangunan Indonesia), AMK (Angkatan Muda Ka'bah, dan juga GPK (Gerakan Pemuda Ka'bah. Intinya semua kita libatkan untuk memenangkan Gus Fawait-Pak Djoko ini," tuturnya.

Baca Juga: Khofifah-Emil Unggul 68 Persen Pilgub di Jember, Manfaatkan Jejaring Muslimat NU

Perlu diketahui sebelumnya, terkait mundurnya sejumlah orang dari Tim Pemenangan Gus Fawait-Djos. Disebutkan oleh Sekretaris Tim Pemenangan Muhammad Fawait-Djoko Susanto, Dima Ahyar.

Jika ada empat orang yang menyatakan tegas mundur. Keempat orang itu, kata Dima, dua orang meninggalkan tim karena alasan tugas partai.

Seorang anggota tim ditarik kembali untuk membantu partai asal. Sementara, seorang anggota tim lagi memilih berpamitan karena akan bekerja sebagai staf ahli DPR RI di Jakarta.


Banner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU