INDOZONE.ID - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, memberikan hadiah sayembara sebesar Rp250 juta ke wanita korban penyekapan dan penyiksaan, YTR.
KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa uang itu akan dipakai sebagai bekal masa depan YTR.
“Karena yang melakukan penangkapannya adalah Polda Jabar, maka pemenang sayembaranya adalah Polda Jabar. Dan Pak Kapolda telepon saya dan meminta pada saya untuk serahkan pada keluarga korban untuk bekal masa depannya,’ kata Dedi saat konferensi pers di Mapolda Jabar, Bandung, Jumat 26 Juni 2026, dikutip dari Antara, Sabtu (27/6/2026).
KDM menjelaskan, bahwa sayembara ini turut mempengaruhi psikologis Taufik Hidayat, pelaku penyekapan dan penyiksaan selama tiga tahun terhadap YTR, hingga kebingungan.
Baca juga: Awal Mula Perkenalan Taufik Hidayat dengan Korban Penganiayaan 3 Tahun, Tinder Jadi Pintu Masuk
Ujungnya, polisi menangkap Taufik Hidayat di sebuah rumah kawasan Perumahan Griya Pesona, Ciparay, Kabupaten Bandung, Jabar.
“Sayembara ini memiliki efek psikologis terhadap tersangka. Yaitu dia pergi ke mana pun, merasa banyak orang yang mengawasi. Sehingga dia mengalami kebingungan. Karena mengalami kebingungan, maka dia balik lagi ke Bandung,” ujarnya.
Sayembara untuk Tangkap Taufik Hidayat
KDM awalnya mengumumkan sayembara perihal penangkapan Taufik Hidayat, pelaku penyekapan dan penyiksaan selama tiga tahun terhadap YTR, dengan hadiah Rp250 juta.
Namun, pihak berwajib mampu menangkap Taufik Hidayat lebih dulu. Tak ayal, hadiah sayembara pun jadi sorotan publik yang ingin tahu uang tersebut akan jadi milik siapa.
Namun, rasa penasaran publik sudah terjawab. Hadiah sayembara itu akan jadi milik korban yang akan dipakai untuk masa depannya.
Biaya Pengobatan Korban Ditanggung Pemprov Jabar
Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar akan menanggung seluruh biaya pengobatan YTR hingga pulih. Diperkirakan, biaya pengobatan YTR dalam dua pekan ke depan menyentuh Rp1 miliar.
Baca juga: Jejak Taufik Hidayat 3 Tahun Aniaya Wanita: Disundut, Dipukul Helm Sampai Mata Dihajar Pakai Besi
“Pihak keluarga juga akan berhenti bekerja karena harus fokus mengurus korban. Kemudian dari situ, Pemda Provinsi Jawa Barat sudah memutuskan bahwa terhadap korban dijamin seluruh pelayanan kesehatannya sampai sembuh,” kata Dedi.
KDM pun menyinggung donasi yang digalang keluarga korban. Ia menekankan, bahwa keluarga korban tidak perlu lagi menggalang donasi. KDM menyarankan uang donasi dipakai untuk kehidupan keluarga dan masa depan korban.
“Yang berdonasi dipersilakan untuk membantu kehidupan keluarganya dan masa depan korban. Terhadap keluarganya, sejak saya berkunjung sampai hari ini, kami pastikan berhenti bekerja, tetap merawat, terjamin kehidupannya,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara