Menyusup hingga Punya Rute Pelarian, Begini Cara Kerja Massa yang Hendak Rusuh di Hari Buruh 2026 Jakarta
INDOZONE.ID - Polda Metro Jaya membeberkan cara kerja dari orang-orang yang hendak melakukan kericuhan saat peringatan Hari Buruh atau May Day di Jakarta kemarin. Mereka tampak seperti sudah terstruktur.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, mengatakan orang-orang tersebut bukan dari kelompok massa buruh.
Disebutkan, mereka sengaja datang untuk menyusup dalam aksi demo buruh di depan Gedung DPR/MPR RI Jakarta Pusat. Polisi menemukan rundown hingga skema kericuhan yang sudah disiapkan.
"Kami menemukan dokumen rencana untuk melakukan kerusuhan. Bisa tergambar dengan jelas mereka sudah mempersiapkan rundown acaranya. Jadi per jam mereka sudah mempersiapkan kapan mereka melakukan serangan atau serbuan kalau bahasa di sini," kata Iman, seperti dikutip pada Sabtu (2/5/2026).
Selain itu, mereka juga memiliki rute pelarian jika aksi mereka membuat kericuhan terjadi.
"Kemudian, juga bagaimana alur mereka datang dan mereka melarikan diri juga di sini sudah tergambar di mereka dan mereka persiapkan itu dengan baik," ucapnya.
Perihal barang bukti, mereka kedapatan membawa barang-barang berbahaya yang telah disiapkan untuk menyerang aparat, seperti ketapel dengan peluru gotri, pedang samurai, petasan, hingga bensin sebagai bahan pembuat molotov.
"Kami menemukan paku beton yang akan mereka gunakan untuk merusak bangunan ataupun pembatas-pembatas yang terbuat dari beton. Berdasarkan keterangan yang disampaikan, mereka memanfaatkan waktu yang ada pada saat sebagian mengikuti orasi, sebagian mereka melakukan pengrusakan terhadap beton atau batas pagar pembatas sehingga rencananya kalau tiba waktunya itu terjadi kerusuhan memudahkan mereka untuk merobohkan pagar pembatas tersebut," jelasnya.
Mereka juga akan melakukan penyusupan di tengah massa buruh untuk membuat kegaduhan dan provokasi hingga propaganda antarelemen buruh.
"Mereka merencanakan akan mengadu domba antar elemen serikat buruh dengan melakukan penyusupan pada saat kegiatan sedang berlangsung. Kemudian, mereka juga akan melakukan pengrusakan terhadap fasilitas umum dan sarana publik. Mereka akan melakukan provokasi dan penyerangan terhadap petugas pengamanan yang sedang menjalankan tugas negara," kata Iman.
Terparahnya, provokasi tidak hanya dilakukan di lapangan, mereka juga akan menggunakan media sosial untuk memprovokasi massa agar berdatangan sehingga kericuhan membesar.
"Mereka juga akan menggunakan media sosial untuk melakukan upaya provokasi agar massa yang lebih beringas bisa bergabung atau massa memicu kemarahan massa yang lainnya," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Polda Metro menggagalkan upaya sekelompok orang membuat kericuhan di tengah peringatan Hari Buruh 2026 di Jakarta. Polisi sempat mengamankan 101 orang dalam kasus ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan