Jumat, 29 MEI 2026 • 07:30 WIB

Kebakaran Asrama Putri di Kenya Tewaskan 16 Siswi, Puluhan Lainnya Dirawat

Author

Para orang tua mengambil foto puing-puing asrama setelah kebakaran yang terjadi pada malam hari di Utumishi Girls' Academy Senior School di Gilgil, Kabupaten Nakuru, Kenya, pada 28 Mei 2026. (REUTERS/Thomas Mukoy)

INDOZONE.ID - Tragedi kebakaran kembali mengguncang dunia pendidikan di Kenya. Suatu kebakaran hebat yang melanda asrama putri di sebuah sekolah kawasan Gilgil, Kabupaten Nakuru, menewaskan sedikitnya 16 siswi dan menyebabkan puluhan lainnya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Peristiwa memilukan itu terjadi pada Kamis, (28/5/2026), sekitar pukul 01.00 waktu setempat. Api dilaporkan muncul secara tiba-tiba di asrama sekolah Utumishi Girls Academy, yang berlokasi sekitar 120 kilometer di utara ibu kota Nairobi.

Insiden tersebut menjadi salah satu tragedi kebakaran sekolah paling mematikan di Kenya, dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Kampus Binus di Jakarta Barat Kebakaran, Puluhan Personel Damkar Turun Tangan

Kebakaran Terjadi Saat Para Siswi Sedang Tidur

Menurut keterangan aparat setempat, kebakaran terjadi ketika sebagian besar penghuni asrama tengah terlelap tidur.

Kobaran api dengan cepat menyebar ke berbagai bagian bangunan sehingga membuat para siswi kesulitan menyelamatkan diri.

Tim penyelamat dan petugas pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke lokasi, setelah menerima laporan dari pihak sekolah. Namun, besarnya api membuat proses evakuasi berlangsung sulit.

Sebanyak 79 siswi dilaporkan mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit sekitar Nakuru.

Beberapa korban disebut mengalami luka bakar serius, serta gangguan pernapasan akibat menghirup asap tebal.

Hingga kini, identitas seluruh korban meninggal masih terus diverifikasi oleh pihak berwenang.

Baca juga: Kebakaran Rumah di Tanjung Priok, 4 Orang Dijemput Maut!

Orang Tua Korban Panik Menunggu Kepastian

Suasana haru dan kepanikan terlihat di area sekolah setelah kabar kebakaran menyebar. Banyak orang tua datang ke lokasi untuk mencari informasi mengenai kondisi anak-anak mereka.

Petugas keamanan terlihat berjaga di sekitar area sekolah, guna menghindari kerumunan yang semakin memadati lokasi kejadian.

Para orang tua hanya bisa menunggu sambil berharap anggota keluarga mereka selamat dari tragedi tersebut.

Menteri Pendidikan Kenya, Julius Migos Ogamba, yang datang langsung ke lokasi kejadian mengonfirmasi jumlah korban meninggal dunia.

Kami kehilangan 16 anak dalam tragedi ini. Ini merupakan kejadian yang sangat menyedihkan,” ujarnya kepada media setempat.

Presiden Kenya Sampaikan Duka Mendalam

Presiden Kenya, William Ruto, turut menyampaikan belasungkawa atas tragedi tersebut. Dalam pernyataannya di media sosial X, ia menyebutkan, kebakaran itu sebagai tragedi yang tak terbayangkan.

Ruto mengatakan, pemerintah akan memastikan penyelidikan dilakukan secara menyeluruh, untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran sekaligus mencegah insiden serupa terulang di masa depan.

Kami turut berduka bersama keluarga yang kehilangan putri-putri mereka dalam tragedi yang sangat menyakitkan ini,” tulisnya.

Sekolah Terkait dengan Kepolisian Kenya

Menteri Dalam Negeri Kenya, Kipchumba Murkomen, menjelaskan, sekolah tersebut memiliki keterkaitan dengan National Police Service atau institusi kepolisian nasional Kenya.

Sebagian besar siswa yang bersekolah di sana, diketahui merupakan anak-anak anggota kepolisian.

Murkomen meminta masyarakat untuk tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kebakaran, sebelum hasil investigasi resmi diumumkan.

Kami memahami kecemasan para keluarga saat ini, namun masyarakat diminta bersabar menunggu hasil penyelidikan,” katanya.

Kenya Kerap Dilanda Kebakaran Sekolah

Kebakaran di sekolah asrama bukan kali pertama terjadi di Kenya. Negara di Afrika Timur itu memang memiliki banyak sekolah berasrama, sebuah sistem pendidikan yang diwariskan sejak masa kolonial Inggris dan misi pendidikan para misionaris.

Sayangnya, sejumlah sekolah di Kenya memiliki standar keamanan bangunan yang masih rendah sehingga rentan mengalami insiden kebakaran.

Dalam beberapa kasus sebelumnya, kebakaran bahkan diduga sengaja dipicu oleh siswa. Sebuah laporan menyebutkan, pada tahun 2018 saja terdapat sedikitnya 63 kasus pembakaran sekolah di berbagai wilayah Kenya.

Salah satu tragedi terburuk terjadi pada tahun 2001 di Kabupaten Machakos, Kenya bagian selatan. Saat itu, kebakaran asrama menewaskan 67 siswa.

Kemudian pada tahun 2024, kebakaran lain di Hillside Endarasha Academy, Kabupaten Nyeri, juga menelan korban jiwa sebanyak 21 siswa laki-laki.

Tekanan Akademik Disebut Jadi Salah Satu Faktor

Sebuah laporan dari National Crime Research Center Kenya pada tahun 2017 pernah menyoroti tingginya tekanan akademik dan panjangnya masa belajar sebagai salah satu pemicu meningkatnya kasus pembakaran sekolah.

Laporan itu juga menyebut adanya komunikasi antar siswa melalui ponsel yang diselundupkan ke sekolah, sehingga memunculkan aksi tiruan di berbagai daerah.

Meski pemerintah Kenya sempat menjanjikan audit keselamatan terhadap seluruh sekolah usai kebakaran besar tahun 2024, hingga kini belum jelas sejauh mana langkah tersebut benar-benar diterapkan.

Investigasi Masih Berlangsung

Pihak berwenang Kenya kini masih melakukan penyelidikan, untuk mengetahui sumber api dan kemungkinan adanya kelalaian dalam sistem keamanan sekolah.

Tim forensik telah diterjunkan ke lokasi guna memeriksa sisa bangunan yang hangus terbakar. Pemerintah juga diperkirakan akan melakukan evaluasi besar-besaran terhadap standar keamanan sekolah berasrama di negara tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU