Sabtu, 30 MEI 2026 • 16:15 WIB

2 Dugaan Penyebab 4 Wisatawan Sekeluarga Tewas saat Glamping di Temanggung

Author

Kasat Reskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra memberi penjelasan kepada wartawan di Temanggung, Jumat 29 Mei 2026. (ANTARA/Heru Suyitno)

INDOZONE.ID - Sebanyak empat wisatawan sekeluarga tewas saat glamping di kawasan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah (Jateng), Rabu 27 Mei 2026. Penyebab kematian para korban masih dicari tahu oleh Polres Temanggung.

Para korban dalam kejadian nahas ini, adalah MMH (52), M (43), AEH (17), dan BAH (21). Mereka berasal dari Desa Panjang, Ambarawa, Semarang.

Tim petugas Badan Geologi melakukan pengukuran konsentrasi gas di kawasan wisata Glamping Posong di lereng Gunung Sindoro, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. (ANTARA/HO-Badan Geologi)

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra, di Temanggung, Jumat 29 Mei 2026, membeberkan bahwa ada dua dugaan penyebab kematian para korban.

Sebanyak dua dugaan itu berdasarkan pada hasil pemeriksaan awal tim dokter forensik terhadap jenazah korban.

Baca juga: Kronologi Tragis 4 Wisatawan Sekeluarga Tewas saat Glamping di Temanggung

Apa dugaan penyebab kematian para korban? Diduga, para korban meninggal dunia karena keracunan makanan dan keracunan gas hasil pembakaran.

“Dugaan sementara ada dua, yakni keracunan makanan dan keracunan gas hasil pembakaran,” kata Komang, dikutip dari Antara, Sabtu (30/5/2026).

Di antara keempat korban, autopsi dilakukan terhadap jenazah AEH yang merupakan seorang atlet. Autopsi dilakukan kepada jenazah AEH setelah dapat persetujuan dari pihak keluarga.

“Korban AEH dipilih karena dianggap paling sehat dan merupakan seorang atlet,” ujarnya.

Namun, Koman menjelaskan bahwa hasil autopsi lengkap masih menunggu pemeriksaan dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan serta Direktorat Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah. Waktu hasil autopsi lengkap diperkirakan memerlukan waktu dua hingga lima hari.

Polisi Sita Barang Bukti

Selain melakukan autopsi, polisi mengumpulkan barang bukti dari kejadian ini, meliputi lima unik telepon seluler, satu unit mobil, satu kamera, satu set kompor gas portabel, serta satu tungku tanah liat untuk pembakaran briket.

Baca juga: Rombongan Kabinet Merah Putih Tiba di Magelang, Disambut Tenda Glamping Isinya Wah

Lalu, sisa makanan, seperti daging, sosis, sayuran, dan nasi putih yang diduga digunakan untuk memasak di lokasi kejadian, turut disita pihak berwajib.

Komang menjelaskan, peralatan memasak ditemukan dalam keadaan tidak menyala. Ia menyebut kompor gas portabel ditemukan di luar tenda.

Bagaimana dengan kondisi tenda? Komang menuturkan, pintu dan ventilasi, baik kiri maupun kanan, dalam keadaan tertutup rapat.

Ilustrasi sekeluarg ditemukan saat glamping di Temanggung. (Pinterest)

“Hasil pemeriksaan di lokasi tidak ditemukan bekas muntahan atau tanda mencurigakan lainnya. Di dalam tenda hanya terdapat dua kasur dan kantong tidur,” ujar Komang.

Untuk menemukan titik terang dari kasus ini, penyidik mendalami keterangan empat saksi dari pengelola tempat wisata.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU