Punya Lembaga Pendidikan, Terduga Teroris Ditangkap di Banyuwangi Ajar Seribu Orang

- Senin, 5 Juni 2023 | 19:30 WIB
Terduga teroris yang ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri ternyata memiliki lembaga pendidikan nonformal. (Dok. Polri)
Terduga teroris yang ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri ternyata memiliki lembaga pendidikan nonformal. (Dok. Polri)

Terduga teroris yang ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri ternyata memiliki lembaga pendidikan nonformal. Pria berinisial SN berusia 41 tahun itu yang merupakan warga Dusun Susukan Kidul, Desa Gladak, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, itu juga merupakan seorang advokat.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Banyuwangi Mohamad Luthfi mengatakan, penangkapan terjadi di Kantor At Taubah Law Office, Jalan Sritanjung Dusun Susukan Kidul, RT03/01 Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Sabtu (3/6) siang.

"Kami mendapatkan informasi terkait dengan penangkapan (terduga terlibat jaringan terorisme) inisial SN dari kepolisian," kata Luthfi, sapaan akrabnya, dikutip Antara, Senin (5/6/2023).

Baca Juga: Densus 88 Tangkap 2 Teroris Jaringan JI Hingga JAD di Jawa Timur

Menurut dia, SN memiliki lembaga pendidikan nonformal, yakni Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) At Taubah yang berdiri sejak 2019 di Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi.

"Ada hampir seribu orang yang belajar di PKBM At Taubah milik yang bersangkutan," kata Luthfi.

Informasi yang dihimpun, bapak lima anak itu ditangkap Densus 88 Antiteror pada Sabtu (3/6/2023) siang. Penangkapan dilakukan secara cepat dan senyap.

Baca Juga: Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Jatim dan NTB

Merebaknya informasi penangkapan SN yang juga berprofesi sebagai advokat oleh pasukan elite Polri di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu, membuat warga sekitar terkejut. Pasalnya, selama ini SN tidak tampak bertingkah atau melakukan hal yang mengarah pada terorisme.

Selain SN, polisi menangkap dua orang lainnya sejak Rabu (31/5/2023). Tak hanya di Banyuwangi, penangkapan dilakukan di Tulungagung, Jawa Timur dan Bima, NTB.

Artikel Menarik Lainnya:

Editor: Gema Trisna Yudha

Tags

Terkini

X